Langsung ke konten utama

Postingan

Ichiriki Ramen dan Nuansa Negeri Sakura

Berbicara Bandung ga bisa dipisahkan sama yang namanya kuliner. Nah beberapa hari kemarin saya dapat ajakan dari barudak #BloggerBdg makan ramen gratis di salah satu resto jepang yang oriental menerutku, namanya ICHIRIKI RAMEN yang ada di jl. Riau dekat taman pramuka sbelah kiri jalan kalau dari arah Ahmad Yani. Siapa yang ga mau coba makan gratis ? tapi niat intinya sih biar bisa gabung sama komunitas blogger dan banyak belajar dari mereka (bang aswi dkk) #bukan alibi asli.. Ok balik lagi ke Ichiriki ramen, kalau dilihat tampilan tempatnya dari luar, nampak khas dengan sentuhan nuansa jepang yang eksotis dengan lampion-lampion, hiasan bunga sakura, backsound anime dan rimbunnya pepohon jl. Riau. ketika mulai masuk ke restonya lalu akan di suguhkan dengan jejeran gerobak, maksudnya apa sih ? Inilah yang di sebut konsep open kitchen, singkatnya pembeli bisa langsung ngeliatin pesenannya di masak  sama cheft nya langsung #bilang wow.. Sebelumnya ...

Jika ini yang terakhir

Setiap mahkluk bahagia menyambutnya Ada pula yang tidak ? Ah, biarlah itu pilihannya Entah kali keberapakah ia hadir Entah istimewa atau hanya numpang mampir ? Entah kan jumpa lagi atau ini yang terakhir ? Ia adalah pelipur lara,  disaat diri tenggelam dalam dosa Ia adalah penyemangat, ketika amalan kian berkarat Betapa besar kasih sayang-Mu ya Rabb... Engkau hadirkan Ramadan kembali Walaupun hamba sering kali lupa diri Hey ! Malulah diri ini jika mengingkari Hey ! Malu lah kamu jika tak jua perduli Karena kita tak pernah tau Kapan ombak menyentuh pasir Jangan biarkan hanya berlalu Mungkin saja ini Ramadan terakhir  By: orang yang berlumur dosa

Selamat Hari Lebaran

Antara bahagia dan sedih bercampur baur menjadi satu, karena di satu sisi bahagia menyambut Idul Fitri dan di sisi lain sedih karena Ramadan telah pergi, sedih karena takut saum yang dijalankan belum maksimal. Apapun yang telah berlalu semoga itulah yang terbaik dan setelah menyambut Hari Raya ini semoga Ramadan masih membekas di bulan-bulan berikutnya. Bagi pembaca seita saya ucapkan : Taqobalallahu mina wa minkum siyamana wa siyamakum, kullu amin wa antum bikhair. Amin :) By : TRQ

Baksos Ramadan yang dijanjikan

Sesuai dengan perencanaan sebelum Ramadan dulu, saya dan kawan-kawan kembali berkunjung ke Panti Asuhan. Yap, kali ini dengan susunan acara yang jelas, ada kepanitiaan yang lebih solid dan alhamdulillah bisa mengumpulkan dana yang lebih baik :) Masih ingat ini email pertama yang saya kirim ke teman-teman : Assalamualaikum Teman-temans, Kumaha daramangs ? Melanjutkan obrolan sebelumnya, dalam rangka menyambut bulan Ramadhan nanti dan melanjutkan program baksos kemarin. Rencananya akan mengadakan acara Baksos lagi di hari ke-12 Ramadhan : Hari / Tanggal : Sabtu, 20 Juli 2013 Waktu           : Ashar s.d Magrib Tempat          : Panti Asuhan Anak Tunas Melati Ciwastra Bandung Berikut ini susunan acaranya : 1. Pembukaan acara                        ...

Permintaan Maaf

Hujan masih belum jemu menyirami bumi yang nestapa. Yap, dari siang tadi sampai pukul 10 malam ini di luar masih gerimis. Pria itu menghela nafas, lalu menyeruput secangkir teh yang masih mengepul dengann khusunya. Alhamdulillah. Sementara adiknya masih sibuk merapi-rapi diri untuk bekerja shift malam. Tak tega melihat adiknya pergi malam-malam naik angkot sendirian, pria yang masih terdiam itu pun angkat bicara "Ayo kakak antarkan sampai pabrik pake motor". Meski ibunya menghibur "kakak kan baru pulang kerja, di luar hujan pula. "Gapapa, ada jas hujan. Lagian apa masih ada angkot jam segini? mana hujan lagi". tegas pria itu. Ah, rasanya sekedar cara ibu dan adiknya yang ingin perhatian dan jawaban kakaknya saja. "Ayo pakai jas hujannya". pintanya kepada adiknya. "Assalamualaikum..." Tak banyak kata, mereka pun pergi menerobos rintik-rintik hujan yang mulai deras. Sunyi... Hanya beberapa geraman kendaraan yang masih terbangun. B...

Jadi maunya apa?

Ceritanya di minggu pagi aku mengajak ibu dan adiku lari pagi sekalian jalan-jalan ke Tegalega. Langit waktu itu aga muram sih, tapi menurutku siangan dikit juga nanti cerah.. Ibuku yang banyak pertimbangan kalo hujan gimana? kalo ini, kalo itu gimana? nanti neduhnya dimana? hadeuhh... tapi aku tau ibuku ingin refresing, akhirnya kami berangkat juga dan ternyata memang tidak hujan. Mungkin memang naluri ibu yang sayang pada anaknya, jadi banyak petimbangan. Ah, menurutku apa yang bisa dibuat mudah kenapa dibuat susah ? Seperti biasanya kalau setiap hari libur apalagi minggu pagi, lapangan Tegalega selalu di sesaki oleh orang dengan berbagai niat, mulai dari lari pagi, jalan-jalan santai sampai belanja juga ada (kebanyakan sih yang belanja, akhirnya Tegalega alih fungsi jadi pasar kaget). Okey kayanya cukup nih prolognya.. Jadi.. Setelah aku dan adikku lari beberapa putaran di trek lari lapangan bola, ibuku masih asik berjalan-jalan melihat macam-macam barang dagangan, sampa...

TAKDIR

Bahasan kali ini aga sangat serius :) Yap takdir, mendengar kata ini tentu banyak persepsi dan ekspresi. Mungkin ada yang bilang : "bahasannya berat amat ngomongin takdir ?!" "takdir ? serius amat, selaw aje kale.." "ngapain sih ngomongin takdir ? hidup mah ngalir aja kaya air". anything else. kalo boleh saya jawab : "bahasannya berat amat ngomongin takdir ?!" (tenang aja kale ga seberat ngangkat gunung. :) "takdir ? serius amat, selaw aje kale.." (selaw itu jawaban yang ga punya tujuan..) "ngapain sih ngomongin takdir ? hidup mah ngalir aja kaya air ". (lah kalo ngalirnya ke got ?!) Yang jelas apapun komentar tentang takdir,  takdir tidak perduli dengan ocehan itu dan dia akan terus menghampiri kehidupan setiap orang dengan ketetapan yang sudah Alloh tetapkan, menolak atau menerima, ikhlas atau mengeluh. Takdir adalah sebuah kepastian apapun itu, bahagia atau sengsara, surga atau neraka. Takdir ju...